LockDown ! Mahasiswa dipersulit dengan berbagai tugas. Ini kuliah online apa tugas online ? - Diskusi Sehat

Friday, 15 May 2020

LockDown ! Mahasiswa dipersulit dengan berbagai tugas. Ini kuliah online apa tugas online ?

LockDown ! Mahasiswa dipersulit dengan berbagai tugas
Ini kuliah Online bukan tugas online

Pada masa pandemi Covid-19 ini seluruh aktivitas pendidikan dilakukan dirumah dengan metode daring (dalam jaringan) atau online. Karena menjadi salah satu penangkalan penyebaran Covid-19 ini, beberapa hal telah dilakukan oleh Pemerintah dengan kebijakan-kebijakan untuk penanganan penyebarannya. Tapi sangat disayangkan yang terjadi pendidikan di Indonesia menurun secara statis dan signifikan, terlepas dari hal tersebut seluruh universitas melakukan kuliah secara online dengan tanpa syarat ataupun hal-hal yang diperhatikan.
Salah satunya adalah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang bertempat di kota Serang-Banten. Kampus ini menerapkan pembelajaran secara online tapi tidak memerhatikan para mahasiswa, terlepas dari suara mahasiswa yang mendemo secara online pun masih tak kunjung adanya jawaban yang realistis dikalangan mahasiswa. Hingga saat ini pihak kampus baru memberikan pemberitahuan kepada mahasiswa yang terdampak PSBB (Pembatasan Sosial berskala Besar) akan adanya bantuan berupa infaq yang dipungut dari dosen maupun pegawai staf. Tetapi pihak kampus belum melihat secara individual domisli yang memiliki beberapa kendala dalam mengikuti kuliah online tersebut. Beberapa masalah nya diantara lain :

Sulitnya signal internet

Tidak dipungkiri ketika kuliah online kita harus memiliki signal internet yang lumayan kuat, agar tidak dissconnect ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, pengalaman penulis ketika ingin mengirim salah satu tugas kuliah, ia berusaha mencari signal yang sangat sulit karena individual domisili yang sulit dari daaerah perkotaan yang sangat kuat signal. Di Kp. Andamui Masjid (Cibadak) Kel. Sukawana Kec. Curug Kota Serang-Banten di Ponpes Miftahus Shalawat. Penulis adalah salah satu korban dampak PSBB di berbagai daerah maka dari itu penulis sulit untuk melakukan kuliah online dengan kendala kekuataan signal yang lemah karena terhitung domisili penulis saat ini sangat jauh dari daerah perkotaan.
Dan sangat di sayangkan pihak kampus tidak menyediakan fasilitas untuk menggunakan signal yang kuat, adapun wifi kampus saat ini dibatas hingga pukul 21.00 WIB. Sedangkan penulis hanya memiliki waktu terhitung pukul 21.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.


Kouta internet
Banyak kalangan mahasiswa dari kalangan tidak mampu, tetapi tetap dipaksa untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui online, ironisnya pihak kampus ataupun dosen banyak yang tidak peduli dengan kondisi mahasiswa yang seperti ini. Hasil wawancara penulis dengan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI IVA) saudara Aqiman. Ia mengeluhkan data internet yang sangat terbatas, karena hanya 2 Gb/bulan, sedangkan kuliah online seminggu 5 hari dan memerlukan banyak kouta bahkan banyak dosen yang hanya mengirimkan vidio memlalui youtube, apakah hal seperti hanya dijadikan oleh dosen sebagai ajang provit untuk oknum dosen tersebut ? dengan bukti screensoot ini penulis sangat yakin bahwa kuliah online yang tidak di fasilitasi oleh kampus adalah pendidikan yang gagal. Karena tidak ada tunjangan-tunjangan oleh pihak kampus.

Perangkat
Dalam hal kuliah online perangkat untuk menggunakannya tidak bisa dipandang sebelah mata, karena perangakat yang hanya memiliki RAM dengan kapasitas 1Gb sangat berat untuk menjalankan aplikasi-aplikasi untuk melaksanakan kuliah online diantaranya; Google classroom, zoom, you tube, gmail, dll. Sedangkan kebutuhan perangkat bukan hanya sebatas untuk kuliah online, tetapi para mahasiswa pun membutuhkan sosial media.
Kelebihan dalam kuliah online ini tidak ada melainkan beban yang sangat berat bagi mahasiswa dengan poin-poin yang telah diseebutkan, maka dari itūu penulis berharap pihak kampus ataupun dosen bahkan pegawai saling bahu-membahu untuk memiliki simpati kepada para mahasiswa yang memiliki beberapa kendala.

Oleh ; Abid Ali Auliya mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Ara (PBA VIC) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

6 comments:

  1. Smngat ka untuk tugas2 nya dan jangan mengeluh dengan signalnya...semoga perjuangannya menjadi buah kesuksesan..Aamiin

    ReplyDelete
  2. Semoga pandemi ini segera berakhir. Agar kita semua bisa menjalankan aktifitas dan menuntut ilmu seperti biasanya tanpa adanya masalah Masalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin
      Pandemi akan hilang ketika sudah ada obat yg tepat atau anti virus ny

      Delete
  3. Saya sangat setuju dengan pendapat2 yang di kemukakan penulis, itu memang benar adanya. Semoga bumi ini cepat pulih dan kita bisa belajar dengan tatap muka seperti biasanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin
      Sebenarnya masih banyak kedala2 lain. Tetapi dilain kesempatan akan dibahas

      Delete