PROPOSAL
KEGIATAN
“Penguatan
Moderasi Beragama dan Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Era 4.0”
KULIAH
KERJA NYATA DARI RUMAH (KUKERTA-DR)
Dosen
Pembimbing Lapangan :
Dr. H. Wawan Wahyudin, M.Pd.
Oleh:
Abid Ali Auliya
NIM. 171220084
PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN MAULANA HASANUDDIN
BANTEN
2 0 2 0
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL KEGIATAN
KULIAH KERJA NYATA KERJA SOSIAL
(KUKERTA-KS)
UIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
TAHUN 2020
PROPOSAL
KEGIATAN
KULIAH KERJA NYATA – DARI
RUMAH (KUKERTA-DR)
UIN
SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
TAHUN
2020
A. LATAR BELAKANG
Kuliah
Kerja Nyata (KUKERTA) lahir dari saham mahasiswa pada transformasi sosial.
Kelahirannya dari rahim kesadaran bahwa mahasiswa sebagai calon sarjana
ilmu-ilmu keislaman yang mampu bekerja secara nyata untuk transformasi sosial
di dalam masyarakat. Kerja nyata yang didasari oleh pembelajaran kritis untuk
keluar dari rutinitas diskursif di dalam ruang kuliah dan tumpukan litratur di
perpustakaan.
Kegiatan
KUKERTA ini pada mulanya dilaksanakan pada Tahun Akademik 1971/1972, disebut
dengan ”Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat” sebagai proyek perintis. Pada
kegiatan KUKERTA awal tersebut dilaksanakan oleh tiga universitas, yakni
Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Andalas.
Kegiatan pengabdian mahasiswa kepada
masyarakat lebih ditingkatkan pada bulan Februari 1972, setelah Presiden
Republik Indonesia menganjurkan dan mendorong setiap mahasiswa untuk bekerja di
desa dalam jangka waktu tertentu, tinggal dan bekerja membantu masyarakat
pedesaan memecahkan persoalan pembangunan sebagai bagian dari kurikulumnya.
2020 merupakan tahun wabah
pandemi menimpa seluruh masyarakat
dunia. Di masyarakat Indonesia, Presiden R.I., Joko Widodo, mengumumkan
kasus pertama pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada tanggal
2
Maret 2020. Setelah 17 hari, jumlah kasus pasien positif COVID-19 terus
melonjak sebanyak 309 orang. Dari jumlah tersebut, ada 15 orang yang sembuh
dan ada 25 orang yang meninggal. Pasien positif COVID-19 tersebar di 16
provinsi. Menurut Achmad Yurianto, juru bicara Gugus Tugas Percepatan
Penanganan COVID19, DKI Jakarta yang memiliki jumlah kasus positif
terbanyak, ada 210 kasus. Berdasarkan data hingga Jum’at, 24 April 2020, total
jumlah ada 8.211 kasus, sembuh 1.002 orang, dan meninggal dunia 689 orang
(Jum’at, 24 April 2020, www.kompas.com).
Dampak
pengaruh virus corona (Covid-19) dalam
kehidupan sosial masyarakat, di antaranya
adalah timbulnya rasa curiga dan hilangnya kepercayaan terhadap orang-orang
yang ada di seputaran kita atau yang baru kita kenal. Sebagai contoh pada saat
kita membeli makanan, baik di warung yang berlabel maupun kaki lima kita pasti
akan mencari tahu apakah bersih atau tidak.
Apakah pelayan ada bersentuhan dengan orang yang terjangkit virus atau
tidak, adakah petugas atau pelayan yang mencuci tangan pada saat mengolah atau
memproses makanan yang kita pesan atau tidak, sehingga timbul keraguan.
Pada
saat kita berbicang atau berjumpa baik di lingkungan kantor maupun di
lingkungan rumah dan dengan masyarakat setempat kita pun enggan berjabat
tangan, meskipun mereka adalah orang tua, sebagaimana yang kita ajarkan kepada
anak-anak kita untuk selalu menghormati yang lebih tua. Namun, situasi saat ini
mengharuskan kita untuk menghindari berjabat tangan dan harus menjaga jarak ± 2
meter bila ingin berbicara dengan orang lain, apalagi orang yang tidak kita
kenal. Untuk mematuhi imbauan dalam
pertemuan atau rapat mengharuskan kita memakai masker, tapi di sisi lain ada
juga yang tidak menggunakan masker, bahkan batuk sembarangan, hal ini tentu
menimbulkan kecurigaan, kita pun terkadang cepat menghindar. Masalah ini tentu
akan membuat yang bersangkutan merasa tersinggung, apalagi kalau ada yang
mengatakan bahwa itu corona, rekan kerja
tentu langsung meninggalkan atau menjauhinya.
Virus
corona (covid-19) telah melumpuhkan perekonomian dunia, termasuk Indonesia,
sebagaimana terlihat dalam kehidupan sehari-hari di kalangan menengah ke bawah
seperti pedagang kelontong, penjual ikan, dan pedagang sayur. Mereka merasakan
menurunnya daya beli masyarakat karena ketidaknyamanan para konsumen dalam berbelanja.
Karena dampak-dampak yang
telah dipaparkan diatas, ada beberapa solusi untuk mencegah penyebaran covid-19
dengan membuat artikel, jurnal atau karya ilmiah lainnya
yang bermaksud untuk pencegahan penyebaran covid-19, diantaranya adalah
mengaplikasikan protokol kesehatan dengan cara memakai masker ketika keluar
rumah, menggunakan handsanitizier ketika memegang benda di fasilitas umum. Dengan
demikian, penyebaran covid-19 dapat di minimalisir secara berskala sehingga
masyarakat dapat hidup secara normal.
B. Rumusan Masalah
1. 1. Apakah membuat artikel
atau jurnal memiliki pengaruh dalam mencegah penyebaran covid-19 ?
2. 2. Apakah membuat artikel
atau jurnal dapat memikat hati para masyarakat untuk mengikuti protokol
kesehatan ?
C.
Tujuan dan Manfaat
1. 1. Menghilangkan negatif
thinking masyarakat kepada satgas covid-19 setempat.
2. 2. Dengan sajian artikel atau jurnal yang menarik, mampu
mendorong masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan.
D.
Hasil yang di harapkan
1. 1. Mampu melakukan
pencegahan penyebaran Covid-19 secara mandiri
2. 2. Sadar akan pentingnya
pencegahan Covid-19
3. 3. Membantu pemerintah
dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19
E.
Metode dan Teknik Pelaksanaan
1. 1. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi dan
studi dokumen
2. 2. Menyajikan konten artikel atau jurnal yang berisikan
solusi pencegahan penyebaran covid-19.
3. 3. Sesuai dengan
protokol kesehatan, tetap mematuhi imbauan pemerintah dengan tetap menggunakan
masker, menjaga jarak dan tidak mengumpulkan massa dalam jumlah banyak
Untuk kawan-kawan yang ingin melihat secara keseluruhan bisa download disini, proposal kegiatan KKN_DR

terimakasih sangat membantu sekali
ReplyDeletesemoga membantu
ReplyDelete