PROPOSAL KEGIATAN “Penguatan Moderasi Beragama dan Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Era 4.0” - Diskusi Sehat

Thursday, 27 August 2020

PROPOSAL KEGIATAN “Penguatan Moderasi Beragama dan Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Era 4.0”

 

PROPOSAL KEGIATAN

“Penguatan Moderasi Beragama dan Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Era 4.0”

KULIAH KERJA NYATA DARI RUMAH (KUKERTA-DR)

 

Dosen Pembimbing Lapangan :

Dr. H. Wawan Wahyudin, M.Pd.

 

 


Oleh:
Abid Ali Auliya
NIM. 171220084

 

PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN MAULANA HASANUDDIN
BANTEN
2 0 2 0

 


LEMBAR PENGESAHAN

PROPOSAL KEGIATAN

KULIAH KERJA NYATA KERJA SOSIAL (KUKERTA-KS)

UIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN

TAHUN 2020

 

 

 

 


 

PROPOSAL KEGIATAN

KULIAH KERJA NYATA – DARI RUMAH (KUKERTA-DR)

UIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN

TAHUN 2020

 

A.    LATAR BELAKANG

            Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) lahir dari saham mahasiswa pada transformasi sosial. Kelahirannya dari rahim kesadaran bahwa mahasiswa sebagai calon sarjana ilmu-ilmu keislaman yang mampu bekerja secara nyata untuk transformasi sosial di dalam masyarakat. Kerja nyata yang didasari oleh pembelajaran kritis untuk keluar dari rutinitas diskursif di dalam ruang kuliah dan tumpukan litratur di perpustakaan.

            Kegiatan KUKERTA ini pada mulanya dilaksanakan pada Tahun Akademik 1971/1972, disebut dengan ”Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat” sebagai proyek perintis. Pada kegiatan KUKERTA awal tersebut dilaksanakan oleh tiga universitas, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Andalas.

            Kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat lebih ditingkatkan pada bulan Februari 1972, setelah Presiden Republik Indonesia menganjurkan dan mendorong setiap mahasiswa untuk bekerja di desa dalam jangka waktu tertentu, tinggal dan bekerja membantu masyarakat pedesaan memecahkan persoalan pembangunan sebagai bagian dari kurikulumnya.

2020 merupakan tahun wabah pandemi menimpa seluruh masyarakat
dunia. Di masyarakat Indonesia, Presiden R.I., Joko Widodo, mengumumkan
kasus pertama pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada tanggal 2
Maret 2020. Setelah 17 hari, jumlah kasus pasien positif COVID-19 terus
melonjak sebanyak 309 orang. Dari jumlah tersebut, ada 15 orang yang sembuh
dan ada 25 orang yang meninggal. Pasien positif COVID-19 tersebar di 16
provinsi. Menurut Achmad Yurianto, juru bicara Gugus Tugas Percepatan
Penanganan COVID19, DKI Jakarta yang memiliki jumlah kasus positif
terbanyak, ada 210 kasus. Berdasarkan data hingga Jum’at, 24 April 2020, total
jumlah ada 8.211 kasus, sembuh 1.002 orang, dan meninggal dunia 689 orang
(Jum’at, 24 April 2020,
www.kompas.com).

Pandemi COVID-19 tak hanya memberikan dampak ratusan juta masyarakat dunia, melainkan memberi dampak kepada kehidupan sosial politik dan
sosial budaya masyarakat dunia. Di Indonesia sebagai negara berkembang, pun
mengalami kondisi keterpaparan dan keterdampakan yang luar biasa atas
kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah. Atas
kondisi sosial politik dan budaya yang terpapar dan terdampak, UIN Sultan
Maulana Hasanuddin Banten ikut berpartisipasi untuk merespon kondisi
tersebut dengan model Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KUKERTA-DR) dan
Kuliah Kerja Nyata Kerja Sosial (KUKERTA-KS).

Dampak pengaruh virus corona (Covid-19)  dalam kehidupan sosial masyarakat,  di antaranya adalah timbulnya rasa curiga dan hilangnya kepercayaan terhadap orang-orang yang ada di seputaran kita atau yang baru kita kenal. Sebagai contoh pada saat kita membeli makanan, baik di warung yang berlabel maupun kaki lima kita pasti akan mencari tahu apakah bersih atau tidak.  Apakah pelayan ada bersentuhan dengan orang yang terjangkit virus atau tidak, adakah petugas atau pelayan yang mencuci tangan pada saat mengolah atau memproses makanan yang kita pesan atau tidak, sehingga timbul keraguan.

Pada saat kita berbicang atau berjumpa baik di lingkungan kantor maupun di lingkungan rumah dan dengan masyarakat setempat kita pun enggan berjabat tangan, meskipun mereka adalah orang tua, sebagaimana yang kita ajarkan kepada anak-anak kita untuk selalu menghormati yang lebih tua. Namun, situasi saat ini mengharuskan kita untuk menghindari berjabat tangan dan harus menjaga jarak ± 2 meter bila ingin berbicara dengan orang lain, apalagi orang yang tidak kita kenal. Untuk mematuhi imbauan dalam pertemuan atau rapat mengharuskan kita memakai masker, tapi di sisi lain ada juga yang tidak menggunakan masker, bahkan batuk sembarangan, hal ini tentu menimbulkan kecurigaan, kita pun terkadang cepat menghindar. Masalah ini tentu akan membuat yang bersangkutan merasa tersinggung, apalagi kalau ada yang mengatakan bahwa itu corona,  rekan kerja tentu langsung meninggalkan atau menjauhinya.

Virus corona (covid-19) telah melumpuhkan perekonomian dunia, termasuk Indonesia, sebagaimana terlihat dalam kehidupan sehari-hari di kalangan menengah ke bawah seperti pedagang kelontong, penjual ikan, dan pedagang sayur. Mereka merasakan menurunnya daya beli masyarakat karena ketidaknyamanan para konsumen dalam berbelanja.

Karena dampak-dampak yang telah dipaparkan diatas, ada beberapa solusi untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan membuat artikel, jurnal atau karya ilmiah lainnya yang bermaksud untuk pencegahan penyebaran covid-19, diantaranya adalah mengaplikasikan protokol kesehatan dengan cara memakai masker ketika keluar rumah, menggunakan handsanitizier ketika memegang benda di fasilitas umum. Dengan demikian, penyebaran covid-19 dapat di minimalisir secara berskala sehingga masyarakat dapat hidup secara normal.

B.     Rumusan Masalah

1.     1.  Apakah membuat artikel atau jurnal memiliki pengaruh dalam mencegah penyebaran covid-19 ?

2.   2. Apakah membuat artikel atau jurnal dapat memikat hati para masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan ?

C.    Tujuan dan Manfaat

1.      1. Menghilangkan negatif thinking masyarakat kepada satgas covid-19 setempat.

2.   2. Dengan sajian artikel atau jurnal yang menarik, mampu mendorong masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan.

D.    Hasil yang di harapkan

1.      1. Mampu melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 secara mandiri

2.      2. Sadar akan pentingnya pencegahan Covid-19

3.      3. Membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19

E.     Metode dan Teknik Pelaksanaan

1.      1. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi dan studi dokumen

2.      2. Menyajikan konten artikel atau jurnal yang berisikan solusi pencegahan penyebaran covid-19.

3.   3. Sesuai dengan protokol kesehatan, tetap mematuhi imbauan pemerintah dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak mengumpulkan massa dalam jumlah banyak

 Untuk kawan-kawan yang ingin melihat secara keseluruhan bisa download disini, proposal kegiatan KKN_DR

2 comments: