Metode & Strategi dalam Kegiatan Belajar Mengajar secara Online atau dalam jaringan (daring) - Diskusi Sehat

Thursday, 10 September 2020

Metode & Strategi dalam Kegiatan Belajar Mengajar secara Online atau dalam jaringan (daring)

 

          Corona virus pertama kali muncul di Wuhan, salah satu kota di China. Kabar tentang kemunculan serta penyebaran virus ini sendiri masih simpang siur, mulai dari makanan hingga hewan unggas. Sebelum virus corona ramai diketahui banyak orang, seorang dokter bernama Li Wenliang telah memberikan informasi soal kemunculan virus tersebut. Tetapi dokter LI Wenliang malah dituduh sebarkan isu oleh polisi setempat.

            Dikarenakan virus ini penyebarannya menempel dengan benda-benda yang ada disekitar melalui udara atau sentuhan secara langsung. Maka Pemerintah diberbagai Negara memberikan mandat untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tidak terkecuali di Indonesia. Provinsi-provinsi di seluruh negara Indonesia mengalami kerugian yang sangat besar akibat dampak dari PSBB ini, sektor ekonomi lumpuh dimana-mana, sektor wisata yang menjadi pemasukan besar bagi daerah di tutup, sektor transportasi di hentikan secara total hingga waktu yang belum ditentukan ketika pandemic berlangsung, sektor pendidikan terasa sangat tidak efektif, sektor sosial yang menjadikan rasa curiga menyerbak diantara masyarakat hal ini yang menyebabkan melemahnya rasa percaya antar individu yang sedari dulu dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia, bahkan sektor panganpun terkena dari dampak pandemic dikarenakan setelah beberapa sektor yang disebutkan terhenti.

            Bagi negara Indonesia, masa pandemic ini sangat merugikan kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan adalah proses tanpa akhir (education is the prose without end), dan pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental baik yang menyangkut daya pikir daya intelektual maupun emosional perasaan yang diarahkan kepada tabiat manusia dan kepada sesamanya. Oelh karena itu, proses belajar menjadi kunci untuk keberhasilan pendidikan agar proses belajar menjadi berkualitas membutuhkan tata layanan yang berkualitas (Sagala, Syaiful. 2013).

            Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan harus berjalan dalam keadaan apapun. Untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 dan kegiatan pendidikan dapat berjalan seperti biasanya. Maka Pemerintah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi angka tersebut yang salah satunya diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara dengan sistem online atau sistem dalam jaringan (daring) sejak bulan Maret 2020. Sistem pembelajaran tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan sistem sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan atau diwajibkan untuk datang ke sekolah maupun kampus untuk melaksanakan pembelajaran. Banyak sarana yang pada akhirnya diterapkan oleh tenaga pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajaar mengajar secara jauh. Sarana pembelajaran jarak jauh tersebut tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sarana tersebut diantaranya aplikasi google meet, aplikasi zoom, google classroom, youtube, televisi, maupun media sosial Whatsapp. Dimana semua sarana tersebut dihasilkan dari perkemmbangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju.

            Namun, dengan sistem pembelajaran jarak jauh tidak menutup kemungkinan akan timbulnya beberapa masalah-masalah dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini, tertunya peserta didik maupun tenaga pendidik dari semua kalangan diharuskan memiliki akses jaringan internet yang baik. Namun, banyak daerah-daerah yang memiliki akses internet kurang baik atau tidak lancar sehingga menjadi salah satu kendala berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dengan baik. Selain itu, tidak sedikit peserta didik yang tidak mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Baik dari materi pembelajaran maupun penugasan-penugasan yang diberikan oleh tenaga pendidik selama pandemi covid-19 ini berlangsung.

            Namun, disamping beberapa kendala yang muncul terdapat bebereapa hikmah yang dapat diperoleh dari pandemi covid-19 tanpa kita sadari. Dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh, dimana peserta didik banyak melakukan kegiatan dirumah sehingga dapat mempermudah para orang tua untuk memonitoring anak-anaknya. Selain itu, dari sisi kreativitas baik dari tenaga pendidik maupun peserta didik dalam sistem pembelajaran jarak jauh dituntut untuk berlaku kreatif. Sebagai contoh tidak sedikit tenaga pendidik membuat materi pembelajaran yang disajikan dalam bentuk video-video pembelajaran. Selain itu, tidak jarang pula peserta didik yang mendapatkan penugasan pembuatan video pembelajaran yang menarik.

            Pada dasarnya pandemi covid-19 memberikan dampak-dampak yang dapat melemahkan aktivitas manusia pada umumnya. Tidak dapat dipungkiri pada awalnya banyak masyarakat yang beranggapan bahwa masa pandemi Covid-19 adalah masa yang menyulitkan umat manusia. Namun, tanpa kita sadari banyak sisi positif yang dapat kita petik dari pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia hingga hari ini. Dampak yang dirasakan memang sungguh nyata dan dapat dirasakan oleh setiap orang. Namun, masyarakat tidak bisa menjadikan pandemi Covid-19 sebagai sebab untuk tidak melaksanakan kegiatan terutama dalam bidang pendidikan.

            Guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik. Definisi guru adalah seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya tersebut. Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tapi juga pendidikan lainnya dan bisa menjadi sosok yang diteladani oleh para muridnya. Dari penjelasan tersebut, maka kita dapat memahami bahwa peran guru sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun akhlaknya.

            Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup, cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh ini datangnya dari orang dewasa (orang yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa. (Sulfemi, Wahyu. Bagja. Modul Manajemen Pendidikan Non Formal. 2018)

            Belajar merupakan proses yang dilakukan oleh setiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baik dalam pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan kesan dari bahan yang telah dipelajari. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di rumah, di sekolah, di lingkungan sekitar atau di tempat lain dan dimana saja. (Penggunaan Tames Games Tournament (TGT) Dengan Media Kartu Dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Journal of Komodo Science Education (JKSE. 1 (1), 1-14. Sulfemi, Wahyu. Bagja. 2018)

            Metode pembelajaran adalah suatu proses penyampaian materi pendidikan kepada peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar atau guru. Pendapat lain mengatakan, metode pembelajaran adalah suatu strategi atau taktik dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di kelas yang diaplikasikan oleh tenaga pengajar sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik.

            Seorang guru harus bisa menerapkan metode yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar, sesuai dengan karakter para siswanya. Dengan begitu, proses belajar-mengajar menjadi lebih menyenangkan dan siswa dapat menyerap pelajaran dengan lebih mudah.

            Tenaga pengajar harus mengetahui metode pengajaran mana yang paling efektif dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Adapun macam-macam metode pembelajaran adalah sebagai berikut:

a.       Metode Ceramah

            Metode ini merupakan cara konvensional, yaitu dengan menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Metode ceramah dianggap sebagai metode yang paling praktis dan ekonomis, namun terdapat beberapa kekurangan di dalamnya.

            Kekurangan :

-          Peserta didik lebih pasif karena hanya mendengarkan pengjar.

-          Kegiatan belajar mengajar cenderung membosankan.

-          Beberapa siswa yang lebih menyukai belajar visual akan kesulitan menerima pelajaran.

-          Proses pengajaran lebih fokus pada pengertian kata-kata saja.

            Kelebihan :

-          Tenaga pengajar dapat mengendalikan kelas sepenuhnya.

-          Mendorong siswa agar berusaha melatih fokus.

-          Proses pembelajaran lebih mudah dilakukan.

-          Kegiatan belajar dapat diikuti banyak peserta didik.

 

b.      Metode Pembelajaran Diskusi

            Metode diskusi adalah suatu metode pengajaran yang mengedepankan aktivitas diskusi siswa dalam belajar memecahkan masalah. Metode ini dilakukan dengan membentuk kelompok diskusi untuk membahas suatu masalah.

            Kekurangan :

-          Cenderung didominasi siswa yang suka berbicara.

-          Diperlukan cara formal dalam menyampaikan pendapat.

-          Tema di dalam diskusi biasanya terbatas.

-          Hanya cocok untuk kelompok kecil.

            Kelebihan :

-          Mendorong siswa berfikir kritis.

-          Mendorong siswa untuk menyampaikan pendapatnya.

-          Melatih siswa tentang toleransi dan menghargai pendapat orang lain.

 

c.       Metode Demonstrasi

            Ini adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan cara bentuk praktikum sehingga siswa melihat langsung apa yang sedang dipelajari. Metode ini biasanya lebih menarik dan membuat siswa lebih fokus terhadap materi pelajaran.

            Kekurangan :

-          Tidak semua materi pelajaran dapat didemonstrasikan.

-          Tenaga pengajar harus orang yang sangat paham mengenai materi yang diajarkan.

-          Hanya efektif bila siswa tidak terlalu banyak

            Kelebihan :

-          Informasi lebih mudah dimengerti karena melalui praktik langsung.

-          Dapat meminimalisir kemungkinan kesalahan pengertian karena bukti konkret terlihat.

-          Siswa lebih mudah memahami informasi yang disampaikan pengajar.

 

d.      Metode Ceramah Plus

            Mirip dengan metode ceramah pada umumnya, namun disertai dengan metode lain dalam penyampaian materi pelajaran. Misalnya;

-          Metode ceramah plus tanya jawab.

-          Metode ceramah plus diskusi dan tugas.

-          Metode ceramah plus demostransi dan latihan.

 

e.       Metode Pembelajaran Resitasi

            Metode ini mengharuskan para siswa membuat suatu resume mengenai materi yang sudah disampaikan oleh pengajar. Resume tersebut dituliskan di dalam kertas dengan menggunakan kata-kata sendiri dari para murid.

 

            Kekurangan :

-          Beberapa siswa mencontek resume milik temannya, atau dikerjakan oleh orang lain.

-          Sulit untuk mengevaluasi apakah siswa benar-benar memahami resume yang telah dibuatnya.

 

Kelebihan :

-          Mendorong siswa untuk melatih cara menulis yang baik.

-          Siswa cenderung lebih mengingat materi pelajaran yang disampaikan guru.

-          Melatih siswa untuk bertanggungjawab dan mengambil inisiatif.

 

f.       Metode Eksperimen

            Metode eksperimen dilakukan dengan kegiatan praktikum atau percobaan lab sehingga siswa dapat melihat materi pelajaran secara langsung.

 

            Kekurangan :

-          Siswa tidak dapat melakukan eksperimen bila kekurangan alat.

-          Tidak semua materi pelajaran dapat dilakukan dengan metode percobaan.

-          Kegiatan metode ini hanya dapat dilakukan pada bidang studi tertentu dan dalam waktu yang terbatas.

 

Kelebihan :

-          Siswa dapat bereksplorasi dan mengembangkan diri melalui percobaannya.

-          Membuat siswa berpikir bahwa materi pelajaran dapat dibuktikan dengan percaobaan.

-          Menghasilkan siswa yang memiliki jiwa peneliti untuk pengembangan keilmuan.

 

g.       Metode Karya Wisata

 

            Ini adalah metode belajar yang memanfaatkan lingkungan atau tempat-tempat tertentu yang memiliki sumber ilmu bagi siswa. Metode ini harus mendapat pengawasan langsung dari guru.

 

            Kekurangan :

-          Membutuhkan biaya yang cukup besar.

-          Kegiatan harus direncanakan dengan matang.

-          Harus melalui persetujuan dari banyak pihak, baik pihak sekolah, orang tua, dan pihak lainnya.

-          Faktor keselamatan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

-          Banyak siswa yang lebih mengutamakan tujuan rekreasi ketimbang tujuan pembelajaran.

 

Kelebihan :

-          Memanfaatkan interaksi langsung dengan lingkungan alam dan tempat-tempat tertentu.

-          Kegiatan pengajaran lebih menyenangkan dan menarik.

-          Merangsang siswa untuk lebih kreatif dalam berpikir dan menyampaikan pendapat.

 

h.      Metode Latihan.

 

            Metode latihan atau training adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan cara melatih keterampilan (soft skill) para siswa dengan cara merancang, membuat, atau memanfaatkan sesuatu.

            Kekurangan :

-          Beberapa siswa yang tidak berminat akan sulit beradaptasi.

-          Adanya kemungkinan menghambat bakat lain yang terdapat dalam diri siswa.

-          Dapat membuat siswa bosan karena kegiatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

 

            Kelebihan :

-          Dapat melatih kecakapan motorik dan kognitif siswa.

-          Dapat melatih kreativitas di dalam diri para siswa.

-          Dapat melatih fokus, kecepatan, dan ketelitian siswa.

 

  1. Metode Perancangan.

            Pada metode ini, siswa dirangsang untuk mampu membuat suatu proyek yang nantinya akan diteliti.

            Kekurangan :

-          Hanya dapat dilakukan ketika ada event perlombaan.

-          Membutuhkan tenaga pengajar khusus untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan.

-          Membutuhkan sumber daya dan fasilitas yang cukup besar.

 

            Kelebihan :

-          Mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah.

-          Melatih siswa untuk dapat mengintegrasikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu.

 

  1. Metode Debat.

            Dalam metode ini, siswa saling beradu argumentasi, baik secara perorangan maupun berkelompok. Debat tersebut dilakukan secara formal dengan aturan tertentu dimana tujuannya untuk membahas suatu permasalahan dan cara penyelesaian masalah.

 

            Kekurangan :

-          Seringkali menimbulkan argumentasi yang tidak ada penyelesaiannya.

-          Hanya siswa tertentu saja yang melakukan kegiatan debat.

-          Pendapat yang disampaikan seringkali tidak memiliki intisari dan hanya berisi sanggahan.

 

            Kelebihan :

-          Melatih kerjasama dan kerja kelompok para siswa.

-          Melatihsiswa untuk menyampaikan dan mempertahankan argumentasinya.

-          Mendorong siswa untuk mencari informasi untuk memperkuat argumentasinya.

-          Melatih kemampuan menyampaikan pendapat dan rasa percaya diri siswa.

 

 

 

 

  1. Metode Skrip Koopratif

            Metode pembelajaran ini memasangkan siswa dan menuntut siswa untuk menyampaikan intisari dari materi pelajaran secara lisan. Pada akhir sesi, guru akan memberikan kesimpulan dari pokok materi pelajaran.

            Kekurangan :

-          Metode ini hanya dapat diterapkan pada bidang studi tertentu.

-          Hanya bisa dilakukan dengan dua group dan dua orang berpasangan.

 

            Kelebihan :

-          Melatih siswa dalam mendengarkan, menyimpulkan, dan menyampaikan intisari dari materi.

-          Melatih siswa untuk lebih berani dan percaya diri di dalam kelas.

-          Siswa lebih aktif berpartisipasi secara keseluruhan.

 

  1. Metode Pembelajarab Mind Mapping

            Metode ini menerapkan cara berpikir yang runtun terhadap suatu permasalahan, bagaimana terjadinya masalah, dan bagaimana penyelesaiannya. Dengan metode ini, siswa dapat meningkatkan daya analisis dan berpikir kritis sehingga memahami masalah dari awal hingga akhir.

            Kekurangan :

-          Dibutuhkan pengetahuan dengan banyak membaca sebelum membuat mapping.

-          Tidak semua siswa dapat terlibat dalam kegiatan.

-          Beberapa detail informasi mungkin akan hilang dari dalam mapping.

-          Kemungkinan besar orang lain tidak mengerti mind mapping yang dibuat temannya karena hanya berisi poin inti.

 

            Kelebihan :

-          Metode pembelajaran ini dianggap lebih efektif dan efisien.

-          Munculnya ide baru yang digambarkan dalam diagram.

-          Alur berpikir siswa lebih efektif sehingga bermanfaat bagi kehidupannya.

 

  1. Metode Pembelajaran Inquiry.

            Metode pembelajaran ini dapat mendorong para siswa untuk menyadari apa saja yang telah diperoleh selama belajar. Dalam metode ini melibatkan intelektual dan mendorong siswa memahami bahwa apa yang telah dipelajari adalah sesuatu yang berharga

 

  1. Metode Pembelajaran Discovery.

            Metode pembelajaran ini dapat mendorong para siswa untuk menyadari apa saja yang telah diperoleh selama belajar. Dalam metode ini melibatkan intelektual dan mendorong siswa memahami bahwa apa yang telah dipelajari adalah sesuatu yang berharga.

Kekurangan :

-          Metode ini hanya cocok untuk kelas yang kecil.

-          Siswa harus memiliki persiapan metal dalam proses belajar.

-          Siswa lebih memperdulikan penemuannya ketimbang memperhatikan keterampilan dan sikap.

-          Tidak semua penemuan dapat memecahkan masalah.

 

            Kelebihan :

-          Mengembangkan kemampuan kognitif siswa.

-          Siswa dapat berpikir lebih luas dan lebih mandiri.

-          Meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa melalui penemuan yang dilakukannya.

-          Meningkatkan hubungan timbal-balik antara siswa dan guru.

 

  1. Metode Berbagi Peran

            Kekurangan :

-          Sebagian siswa tidak menyukai metode seperti ini.

-          Siswa yang introvert umumnya sulit mengikuti metode role playing.

 

            Kelebihan :

-          Siswa dapat mempraktikkan materi pelajaran secara langsung.

-          Melatih rasa percaya diri siswa dengan melakukan peran tertentu di depan kelas.

-          Siswa lebih memahami materi pelajaran.

 

            Setelah penjelasan metode-metode diatas, guru diharapkan dapat selektif dalam mengambil metode pembelajaran daring. Dikarenakan tidak setiap waktu atau ruang satu metode dengan metode yang lain dapat digunakan atau digabyngkan, walau pada realita banyak guru yang memnggabungkan beberapa metode pembelajaran. Karena hal tersebut dapat meningkatka efektifitas pembelajaran secara daring di masa pandemi covid-19 ini. Adapun beberapa fungsi dari metode yang telah disebutkan adalah :

 

  1. Sebagai Alat Motivasi Ekstrinsik.

            Motivasi adalah suatu dorongan di dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu, baik secara sadar maupun tidak sadar. Motivasi sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar. Suatu metode belajar dapat berperan sebagai alat motivasi dari luar (ekstrinsik) kepada siswa. Dengan begitu, maka siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.

  1. Sebagai Strategi Pembelajaran.

            Setiap siswa dalam kelas memiliki tingkat intelegensi yang berbeda-beda, meskipun kelas tersebut diisi oleh siswa terbaik. Kemampuan intelegensi para siswa tersebut akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dengan menerapkan metode belajar tertentu, setiap siswa dalam satu kelas dapat menangkap ilmu yang disampaikan oleh pengajar dengan baik. Dengan begitu, setiap guru harus mengetahui metode pembelajaran terbaik yang dapat diterapkan pada setiap kelas.

            Beberapa jenis-jenis strtategi pembelajaran :

-          Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi, dan paling sering digunakan. Pada strategi ini termasuk didalamnya metode-metode ceramah, pertanyaan didaktik, pengajaran eksplisit, praktek dan latihan, serta demonstrasi. Strategi pembelajaran langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangankan ketrampilan langkah demi langkah.

-          Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction)

Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan siswa yang tinggi dalam observasi, penyelidikan, penggambaran inferensi berdasarkan data, atau pembentukan hipotesis.Dalam pembelajaran tidak langsung, peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal (resourse person).Guru merancang lingkungan belajar, memberikan kesempatan siswa untuk terlibat, dan memungkinkan memberikan umpanbalik kepada siswa ketika meraka melakukan inkuiri. Strategi pembelajaran tidak langsung mengisyaratkan bahan-bahan cetak, non-cetak, dan sumber-sumber manusia.

-          Strategi Pembelajaran Interaktif (Interactive Intruction)

Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi diantara peserta didik. Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan, pengalaman, pandangan, dan pengetahuan guru atau kelompok, serta mencoba mencari alternatif dalam berfikir.

Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokan dan metode-metode interaktif. Didalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas, diskusi kelompok kecil atau pengkerjaan tugas berkelompok, dan kerja sama siswa secra berpasangan.

-          Strategi Pembelajaran melalui Pengalaman (Experiential Learning)

Strategi pembelajaran melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuensi induktif, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada aktivitas.Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar, dan bukan hasil belajar.

Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sebagai contoh, di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi, sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum.

-          Strategi Pembelajaran Mandiri

Belajar mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Fokusnya adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman atau sebagan dari kelompok kecil. Kelebihan dari pembelajaran ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab. Sedangkan kekurangannya adalah peserta belum dewasa, sulit menggunakan pembelajaran mandiri

 

  1. Sebagai Alat untuk Mencapai Tujuan.

            Metode belajar berperan sebagai fasilitas pendidikan yang berfungsi untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Dengan kata lain, metode pembelajaran adalah suatu alat agar siswa dapat mencapai tujuan belajar.

            Penyampaian materi pelajaran tanpa memperhatikan metode belajar dapat mengurangi nilai dari kegiatan belajar mengajar itu sendiri. Selain siswa menjadi kurang termotivasi, tanpa adanya metode pembelajaran akan membuat pengajar kesulitan dalam menyampaikan materi pendidikan sehingga tujuan pengajaran tidak tercapai.

 

 

 

 

 

            Sedangkan tujuan dari metode pembelajaran itu sendiri adalah :

            Pada dasarnya tujuan utama metode pembelajaran adalah untuk membantu mengembangkan kemampuan siswa secara individu sehingga mampu menyelesaikan masalahnya. Adapun beberapa tujuan metode belajar adalah sebagai berikut:

  1. Untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan individualnya sehingga dapat mengatasi permasalahannya dengan terobosan solusi alternatif.
  2. Untuk membantu proses belajar mengajar sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara terbaik.
  3. Untuk membantu menemukan, menguji, dan menyusun data yang dibutuhkan dalam upaya pengembangan disiplin suatu ilmu.
  4. Untuk memudahkan proses pembelajaran dengan hasil yang baik sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai.
  5. Untuk menghantarkan sebuah pembelajaran ke arah yang ideal dengan tepat, cepat, dan sesuai dengan yang diharapkan. Agar proses pembelajaran dapat berjalan dalam suasana menyenangkan dan penuh motivasi sehingga materi pembelajaran lebih mudah dimengerti oleh siswa.

 

            Guru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif. Siswa adalah individu yang unik. Artinya, tidak ada dua individu yang sama. Walaupun secara fisik mungkin individu memiliki kemiripan, akan tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat, kemampuan dan sebagainya. Di samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang sedang berkembang. Irama perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Perbedaan itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing.

            Hubungan guru dan siswa seperti halnya seorang petani dengan tanamannya. Seorang petani tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya. Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada waktunya untuk berbuah. Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanaman itu tumbuh dengan sempurna, tidak terkena hama penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat, yaitu dengan cara menyemai, menyiram, memberi pupuk dan memberi obat pembasmi hama. Demikian juga halnya dengan seorang guru. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi ”itu” atau jadi ”ini”. Siswa akan tumbuh dan berkembang menjadi seseorang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Tugas guru adalah menjaga, mengarahkan dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat dan bakatnya. Inilah makna peran sebagai pembimbing. Jadi, inti dari peran guru sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya.

            Guru sebagai pembimbing dituntut untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching). Berkenaan dengan upaya membantu mengatasi kesulitan atau masalah siswa, peran guru tentu berbeda dengan peran yang dijalankan oleh konselor profesional. Tingkatan masalah siswa yang mungkin bisa dibimbing oleh guru yaitu masalah yang termasuk kategori ringan, seperti: membolos, malas, kesulitan belajar pada bidang tertentu, berkelahi dengan teman sekolah, bertengkar, minum minuman keras tahap awal, berpacaran, mencuri kelas ringan.

 

            Dalam konteks organisasi layanan Bimbingan dan Konseling, di sekolah, peran dan konstribusi guru sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Peran, tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah :

  1. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
  2. Membantu konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
  3. Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor.
  4. Menerima siswa alih tangan dari konselor, yaitu siswa yang menuntut konselor memerlukan pelayanan khusus. seperti pengajaran/latihan perbaikan, dan program pengayaan.
  5. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling.
  6. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti /menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu.
  7. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus.
  8. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.

            Jika melihat realita bahwa di Indonesia jumlah tenaga konselor profesional memang masih relatif terbatas, maka peran guru sebagai pembimbing tampaknya menjadi penting. Ada atau tidak ada konselor profesional di sekolah, tentu upaya pembimbingan terhadap siswa mutlak diperlukan. Jika kebetulan di sekolah sudah tersedia tenaga konselor profesional, guru bisa bekerja sama dengan konselor bagaimana seharusnya membimbing siswa di sekolah. Namun jika belum, maka kegiatan pembimbingan siswa tampaknya akan bertumpu pada guru.

            Agar guru dapat mengoptimalkan perannya sebagai pembimbing, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Guru harus memiliki pemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Misalnya pemahaman tentang gaya dan kebiasaan belajar serta pemahaman tentang potensi dan bakat yang dimiliki anak, dan latar belakang kehidupannya. Pemahaman ini sangat penting, sebab akan menentukan teknik dan jenis bimbingan yang harus diberikan kepada mereka.
  2. Guru dapat memperlakukan siswa sebagai individu yang unik dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuai dengan keunikan yang dimilikinya.
  3. Guru seyogyanya dapat menjalin hubungan yang akrab, penuh kehangatan dan saling percaya, termasuk di dalamnya berusaha menjaga kerahasiaan data siswa yang dibimbingnya, apabila data itu bersifat pribadi.
  4. Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengkonsultasikan berbagi kesulitan yang dihadapi siswanya, baik ketika sedang berada di kelas maupun di luar kelas
  5. Guru sebaiknya dapat memahami prinsip-prinsup umum konseling dan menguasai teknik-tenik dasar konseling untuk kepentingan pembimbingan siswanya, khususnya ketika siswa mengalami kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajarnya.

 

            Peran guru sebagai pengajar, kadang diartikan sebagai menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Dalam posisi ini, guru aktif menempatkan dirinya sebagai pelaku imposisi yaitu menuangkan materi ajar kepada siswa. Sedangkan di lain pihak, siswa secara pasif menerima materi pelajaran yang diberikan tersebut sehingga proses pengajaran bersifat monoton. Padahal, peran guru sebagai pengajar bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi masih banyak kegiatan lain yang harus dilakukan guru agar proses pengajaran mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

            Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan. (Modul Manajemen Pendidikan Non Formal. Sulfemi, Wahyu. Bagja. 2018).

            Evolusi pendidikan guru di indonesia, khususnya perkembangan dalam cara berbagai lembaga pendidikan guru di masa lampau mempersiapkan siswa-siswa mereka untuk menjadi ”guru yang kompeten”. Jadi yang ditelusuri ialah perkembangan konsep “kompetensi mengajar” (Teaching competence) dan bagaimana konsep ini diterjemahkan menjadi program pendidikan dalam sekolah guru. (Manajemen Pendidikan Berbasis Multi Budaya. Bogor. Sulfemi, Wahyu. Bagja. 2019).

            Guru sebagai seorang pendidik tidak hanya tahu tentang materi yang akan diajarkan. Akan tetapi, ia pun harus memiliki kepribadian yang kuat yang menjadikannya sebagai panutan bagi para siswanya. Hal ini penting karena sebagai seorang pendidik, guru tidak hanya mengajarkan siswanya untuk mengetahui beberapa hal. Guru juga harus melatih keterampilan, sikap dan mental anak didik. Penanaman keterampilan, sikap dan mental ini tidak bisa sekedar asal tahu saja, tetapi harus dikuasai dan dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-harinya.

            Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, kepribadian, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan peserta didik, ketiak bermasyarakat, bangsa dan negara. (Sulfemi, Wahyu. Bagja. 2018).

            Mendidik adalah menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap materi yang disampaikan kepada anak. Penanaman nilai-nilai ini akan lebih efektif apabila dibarengi dengan teladan yang baik dari gurunya yang akan dijadikan contoh bagi anak. Dengan demikian diharapkan siswa dapat menghayati nilai-nilai tersebut dan menjadikannya bagian dari kehidupan siswa itu sendiri. Jadi peran dan tugas guru bukan hanya menjejali anak dengan semua ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) dan menjadikan siswa tahu segala hal. Akan tetapi guru juga harus dapat berperan sebagai pentransfer nilai-nilai (transfer of values).

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

            Guru berperan menyampaikan ilmu-ilmu yang dimiliki kepada muridnya. Guru merupakan sumber belajar muridnya. Dari gurulah, murid diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Serta dari gurulah, murid mendapat pengetahuan baru dan pendidikan karakter. Guru sebagai orangtua kedua yang ada disekolah setelah orangtua kandung dirumah. Peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihata-nasihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang diajarkan.

            Pembelajaran adalah upaya pendidik untuk membantu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan perkataan lain bahwa istilah pembelajaran dapat diberi arti sebagai kegiatan sistematik dan sengaja dilakukan oleh pendidik untuk membantu peserta didik agar tercapai tujuan pembelajaran. di dalam pembelajaran pendidik berperan penting dalam menfasilitasi perkembangan peserta didik, dikarenakan pendidiklah yang bersinggungan langsung dengan objek pembelajaran (peserta didik). Dalam hal ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik.

            Semoga tulisan ini dapat menjadi penambah ilmu pengetahuan bagi seorang guru dalam memaksimalkan perannya dalam pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Sagala, Syaiful 2013. Etika dan Moralitas Pendidikan peluang dan Tantangan. Jakarta: Kencana.

Sulfemi,  Wahyu.  Bagja.  (2018).  Modul  Manajemen  Pendidikan  Non  Formal. Bogor: STKIP Muhammadiyah Bogor.

https://lenovialola.wordpress.com/2017/01/14/32/

Sulfemi, Wahyu. Bagja dan Setianingsih. (2018), Penggunaan Tames Games Tournament (TGT) Dengan Media Kartu Dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Journal of Komodo Science Education (JKSE. 1 (1), 1-14.

Sulfemi, Wahyu. Bagja. (2019). Manajemen Pendidikan Berbasis Multi Budaya. Bogor : STKIP Muhammadiyah Bogor.

No comments:

Post a Comment