Corona virus pertama kali muncul
di Wuhan, salah satu kota di China. Kabar tentang kemunculan serta penyebaran
virus ini sendiri masih simpang siur, mulai dari makanan hingga hewan unggas. Sebelum
virus corona ramai diketahui banyak orang, seorang dokter bernama Li Wenliang
telah memberikan informasi soal kemunculan virus tersebut. Tetapi dokter LI
Wenliang malah dituduh sebarkan isu oleh polisi setempat.
Dikarenakan
virus ini penyebarannya menempel dengan benda-benda yang ada disekitar melalui
udara atau sentuhan secara langsung. Maka Pemerintah diberbagai Negara
memberikan mandat untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tidak
terkecuali di Indonesia. Provinsi-provinsi di seluruh negara Indonesia
mengalami kerugian yang sangat besar akibat dampak dari PSBB ini, sektor
ekonomi lumpuh dimana-mana, sektor wisata yang menjadi pemasukan besar bagi
daerah di tutup, sektor transportasi di hentikan secara total hingga waktu yang
belum ditentukan ketika pandemic berlangsung, sektor pendidikan terasa sangat
tidak efektif, sektor sosial yang menjadikan rasa curiga menyerbak diantara
masyarakat hal ini yang menyebabkan melemahnya rasa percaya antar individu yang
sedari dulu dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia, bahkan sektor panganpun
terkena dari dampak pandemic dikarenakan setelah beberapa sektor yang
disebutkan terhenti.
Bagi
negara Indonesia, masa pandemic ini sangat merugikan kualitas pendidikan di
Indonesia. Pendidikan adalah proses tanpa akhir (education is the prose
without end), dan pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar
yang fundamental baik yang menyangkut daya pikir daya intelektual maupun
emosional perasaan yang diarahkan kepada tabiat manusia dan kepada sesamanya.
Oelh karena itu, proses belajar menjadi kunci untuk keberhasilan pendidikan
agar proses belajar menjadi berkualitas membutuhkan tata layanan yang
berkualitas (Sagala, Syaiful. 2013).
Berdasarkan
pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan harus berjalan dalam
keadaan apapun. Untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 dan kegiatan
pendidikan dapat berjalan seperti biasanya. Maka Pemerintah melakukan beberapa
upaya untuk mengurangi angka tersebut yang salah satunya diterapkan dalam
sistem pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
dilaksanakan secara dengan sistem online atau sistem dalam jaringan (daring)
sejak bulan Maret 2020. Sistem pembelajaran tersebut dilakukan tanpa tatap muka
secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh.
Dengan sistem sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan
atau diwajibkan untuk datang ke sekolah maupun kampus untuk melaksanakan
pembelajaran. Banyak sarana yang pada akhirnya diterapkan oleh tenaga pendidik
untuk melaksanakan kegiatan belajaar mengajar secara jauh. Sarana pembelajaran
jarak jauh tersebut tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi informasi
dan komunikasi. Sarana tersebut diantaranya aplikasi google meet, aplikasi
zoom, google classroom, youtube, televisi, maupun media sosial Whatsapp.
Dimana semua sarana tersebut dihasilkan dari perkemmbangan teknologi informasi
dan komunikasi yang semakin maju.
Namun,
dengan sistem pembelajaran jarak jauh tidak menutup kemungkinan akan timbulnya
beberapa masalah-masalah dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan
pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini, tertunya peserta didik maupun tenaga
pendidik dari semua kalangan diharuskan memiliki akses jaringan internet yang
baik. Namun, banyak daerah-daerah yang memiliki akses internet kurang baik atau
tidak lancar sehingga menjadi salah satu kendala berlangsungnya kegiatan
belajar mengajar dengan baik. Selain itu, tidak sedikit peserta didik yang
tidak mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Baik dari materi pembelajaran
maupun penugasan-penugasan yang diberikan oleh tenaga pendidik selama pandemi
covid-19 ini berlangsung.
Namun,
disamping beberapa kendala yang muncul terdapat bebereapa hikmah yang dapat
diperoleh dari pandemi covid-19 tanpa kita sadari. Dengan sistem pembelajaran
yang dilaksanakan secara jarak jauh, dimana peserta didik banyak melakukan
kegiatan dirumah sehingga dapat mempermudah para orang tua untuk memonitoring
anak-anaknya. Selain itu, dari sisi kreativitas baik dari tenaga pendidik
maupun peserta didik dalam sistem pembelajaran jarak jauh dituntut untuk
berlaku kreatif. Sebagai contoh tidak sedikit tenaga pendidik membuat materi
pembelajaran yang disajikan dalam bentuk video-video pembelajaran. Selain itu,
tidak jarang pula peserta didik yang mendapatkan penugasan pembuatan video
pembelajaran yang menarik.
Pada
dasarnya pandemi covid-19 memberikan dampak-dampak yang dapat melemahkan
aktivitas manusia pada umumnya. Tidak dapat dipungkiri pada awalnya banyak
masyarakat yang beranggapan bahwa masa pandemi Covid-19 adalah masa yang
menyulitkan umat manusia. Namun, tanpa kita sadari banyak sisi positif yang
dapat kita petik dari pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia hingga hari
ini. Dampak yang dirasakan memang sungguh nyata dan dapat dirasakan oleh setiap
orang. Namun, masyarakat tidak bisa menjadikan pandemi Covid-19 sebagai sebab
untuk tidak melaksanakan kegiatan terutama dalam bidang pendidikan.
Guru
adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu
ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi
kepada peserta didik. Definisi guru adalah seseorang yang telah mengabdikan
dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih
muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya tersebut. Dalam hal
ini, guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tapi juga pendidikan
lainnya dan bisa menjadi sosok yang diteladani oleh para muridnya. Dari
penjelasan tersebut, maka kita dapat memahami bahwa peran guru sangat penting
dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara
intelektual maupun akhlaknya.
Pendidikan adalah setiap usaha,
pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada
pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup, cakap
melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh ini datangnya dari orang dewasa
(orang yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup
sehari-hari dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa.
(Sulfemi, Wahyu. Bagja. Modul
Manajemen
Pendidikan Non Formal. 2018)
Belajar
merupakan proses yang dilakukan oleh setiap individu untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku baik dalam pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan
nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan kesan dari bahan yang
telah dipelajari. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di rumah, di sekolah, di
lingkungan sekitar atau di tempat lain dan dimana saja. (Penggunaan Tames Games
Tournament (TGT) Dengan Media Kartu Dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Journal
of Komodo Science Education (JKSE. 1 (1), 1-14. Sulfemi, Wahyu. Bagja. 2018)
Metode pembelajaran adalah suatu proses
penyampaian materi pendidikan kepada
peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan teratur oleh tenaga pengajar
atau guru. Pendapat lain mengatakan, metode pembelajaran adalah suatu strategi
atau taktik dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di kelas yang
diaplikasikan oleh tenaga pengajar sehingga tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan dapat tercapai dengan baik.
Seorang
guru harus bisa menerapkan metode yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar,
sesuai dengan karakter para siswanya. Dengan begitu, proses belajar-mengajar
menjadi lebih menyenangkan dan siswa dapat menyerap pelajaran dengan lebih
mudah.
Tenaga
pengajar harus mengetahui metode pengajaran mana yang paling efektif dalam
menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Adapun macam-macam metode
pembelajaran adalah sebagai berikut:
a.
Metode Ceramah
Metode ini merupakan cara konvensional, yaitu dengan menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Metode ceramah dianggap sebagai metode yang paling praktis dan ekonomis, namun terdapat beberapa kekurangan di dalamnya.
Kekurangan
:
-
Peserta didik lebih pasif karena hanya mendengarkan
pengjar.
-
Kegiatan belajar mengajar cenderung membosankan.
-
Beberapa siswa yang lebih menyukai belajar visual
akan kesulitan menerima pelajaran.
-
Proses pengajaran lebih fokus pada pengertian
kata-kata saja.
Kelebihan
:
-
Tenaga pengajar dapat mengendalikan kelas
sepenuhnya.
-
Mendorong siswa agar berusaha melatih fokus.
-
Proses pembelajaran lebih mudah dilakukan.
-
Kegiatan belajar dapat diikuti banyak peserta didik.
b.
Metode Pembelajaran Diskusi
Metode
diskusi adalah suatu metode pengajaran yang mengedepankan aktivitas diskusi
siswa dalam belajar memecahkan masalah. Metode ini dilakukan dengan membentuk
kelompok diskusi untuk membahas suatu masalah.
Kekurangan
:
-
Cenderung didominasi siswa yang suka berbicara.
-
Diperlukan cara formal dalam menyampaikan pendapat.
-
Tema di dalam diskusi biasanya terbatas.
-
Hanya cocok untuk kelompok kecil.
Kelebihan
:
-
Mendorong siswa berfikir kritis.
-
Mendorong siswa untuk menyampaikan pendapatnya.
-
Melatih siswa tentang toleransi dan menghargai
pendapat orang lain.
c.
Metode Demonstrasi
Ini
adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan cara bentuk praktikum sehingga
siswa melihat langsung apa yang sedang dipelajari. Metode ini biasanya lebih
menarik dan membuat siswa lebih fokus terhadap materi pelajaran.
Kekurangan
:
-
Tidak semua materi pelajaran dapat didemonstrasikan.
-
Tenaga pengajar harus orang yang sangat paham
mengenai materi yang diajarkan.
-
Hanya efektif bila siswa tidak terlalu banyak
Kelebihan
:
-
Informasi lebih mudah dimengerti karena melalui
praktik langsung.
-
Dapat meminimalisir kemungkinan kesalahan pengertian
karena bukti konkret terlihat.
- Siswa lebih mudah memahami informasi yang disampaikan pengajar.
d.
Metode Ceramah Plus
Mirip dengan metode ceramah pada
umumnya, namun disertai dengan metode lain dalam penyampaian materi pelajaran.
Misalnya;
-
Metode ceramah plus tanya jawab.
-
Metode ceramah plus diskusi dan tugas.
-
Metode ceramah plus demostransi dan latihan.
e.
Metode Pembelajaran Resitasi
Metode ini mengharuskan para siswa
membuat suatu resume mengenai materi yang sudah disampaikan oleh pengajar.
Resume tersebut dituliskan di dalam kertas dengan menggunakan kata-kata sendiri
dari para murid.
Kekurangan :
-
Beberapa siswa mencontek resume milik temannya, atau
dikerjakan oleh orang lain.
-
Sulit untuk mengevaluasi apakah siswa benar-benar
memahami resume yang telah dibuatnya.
Kelebihan :
-
Mendorong siswa untuk melatih cara menulis yang
baik.
-
Siswa cenderung lebih mengingat materi pelajaran
yang disampaikan guru.
-
Melatih siswa untuk bertanggungjawab dan mengambil
inisiatif.
f.
Metode Eksperimen
Metode eksperimen dilakukan dengan
kegiatan praktikum atau percobaan lab sehingga siswa dapat melihat materi
pelajaran secara langsung.
Kekurangan :
-
Siswa tidak dapat melakukan eksperimen bila
kekurangan alat.
-
Tidak semua materi pelajaran dapat dilakukan dengan
metode percobaan.
-
Kegiatan metode ini hanya dapat dilakukan pada
bidang studi tertentu dan dalam waktu yang terbatas.
Kelebihan :
-
Siswa dapat bereksplorasi dan mengembangkan diri
melalui percobaannya.
-
Membuat siswa berpikir bahwa materi pelajaran dapat
dibuktikan dengan percaobaan.
-
Menghasilkan siswa yang memiliki jiwa peneliti untuk
pengembangan keilmuan.
g.
Metode Karya Wisata
Ini adalah metode belajar yang
memanfaatkan lingkungan atau tempat-tempat tertentu yang memiliki sumber ilmu
bagi siswa. Metode ini harus mendapat pengawasan langsung dari guru.
Kekurangan :
-
Membutuhkan biaya yang cukup besar.
-
Kegiatan harus direncanakan dengan matang.
-
Harus melalui persetujuan dari banyak pihak, baik
pihak sekolah, orang tua, dan pihak lainnya.
-
Faktor keselamatan menjadi hal yang sangat penting
untuk diperhatikan.
-
Banyak siswa yang lebih mengutamakan tujuan rekreasi
ketimbang tujuan pembelajaran.
Kelebihan :
-
Memanfaatkan interaksi langsung dengan lingkungan
alam dan tempat-tempat tertentu.
-
Kegiatan pengajaran lebih menyenangkan dan menarik.
-
Merangsang siswa untuk lebih kreatif dalam berpikir
dan menyampaikan pendapat.
h.
Metode Latihan.
Metode latihan atau training adalah
metode pengajaran yang dilakukan dengan cara melatih keterampilan (soft skill)
para siswa dengan cara merancang, membuat, atau memanfaatkan sesuatu.
Kekurangan
:
-
Beberapa siswa yang tidak berminat akan sulit
beradaptasi.
-
Adanya kemungkinan menghambat bakat lain yang
terdapat dalam diri siswa.
-
Dapat membuat siswa bosan karena kegiatan ini
membutuhkan waktu yang cukup lama.
Kelebihan
:
-
Dapat melatih kecakapan motorik dan kognitif siswa.
-
Dapat melatih kreativitas di dalam diri para siswa.
-
Dapat melatih fokus, kecepatan, dan ketelitian
siswa.
- Metode
Perancangan.
Pada
metode ini, siswa dirangsang untuk mampu membuat suatu proyek yang nantinya
akan diteliti.
Kekurangan
:
-
Hanya dapat dilakukan ketika ada event perlombaan.
-
Membutuhkan tenaga pengajar khusus untuk
merencanakan dan melaksanakan kegiatan.
-
Membutuhkan sumber daya dan fasilitas yang cukup
besar.
Kelebihan
:
-
Mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mampu
memecahkan masalah.
-
Melatih siswa untuk dapat mengintegrasikan
pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu.
- Metode
Debat.
Dalam
metode ini, siswa saling beradu argumentasi, baik secara perorangan maupun
berkelompok. Debat tersebut dilakukan secara formal dengan aturan tertentu
dimana tujuannya untuk membahas suatu permasalahan dan cara penyelesaian
masalah.
Kekurangan
:
-
Seringkali menimbulkan argumentasi yang tidak ada
penyelesaiannya.
-
Hanya siswa tertentu saja yang melakukan kegiatan debat.
-
Pendapat yang disampaikan seringkali tidak memiliki
intisari dan hanya berisi sanggahan.
Kelebihan
:
-
Melatih kerjasama dan kerja kelompok para siswa.
-
Melatihsiswa untuk menyampaikan dan mempertahankan
argumentasinya.
-
Mendorong siswa untuk mencari informasi untuk
memperkuat argumentasinya.
-
Melatih kemampuan menyampaikan pendapat dan rasa
percaya diri siswa.
- Metode
Skrip Koopratif
Metode
pembelajaran ini memasangkan siswa dan menuntut siswa untuk menyampaikan
intisari dari materi pelajaran secara lisan. Pada akhir sesi, guru akan
memberikan kesimpulan dari pokok materi pelajaran.
Kekurangan
:
-
Metode ini hanya dapat diterapkan pada bidang studi
tertentu.
-
Hanya bisa dilakukan dengan dua group dan dua orang
berpasangan.
Kelebihan
:
-
Melatih siswa dalam mendengarkan, menyimpulkan, dan
menyampaikan intisari dari materi.
-
Melatih siswa untuk lebih berani dan percaya diri di
dalam kelas.
-
Siswa lebih aktif berpartisipasi secara keseluruhan.
- Metode
Pembelajarab Mind Mapping
Metode
ini menerapkan cara berpikir yang runtun terhadap suatu permasalahan, bagaimana
terjadinya masalah, dan bagaimana penyelesaiannya. Dengan metode ini, siswa
dapat meningkatkan daya analisis dan berpikir kritis sehingga memahami masalah
dari awal hingga akhir.
Kekurangan
:
-
Dibutuhkan pengetahuan dengan banyak membaca sebelum
membuat mapping.
-
Tidak semua siswa dapat terlibat dalam kegiatan.
-
Beberapa detail informasi mungkin akan hilang dari
dalam mapping.
-
Kemungkinan besar orang lain tidak mengerti mind
mapping yang dibuat temannya karena hanya berisi poin inti.
Kelebihan
:
-
Metode pembelajaran ini dianggap lebih efektif dan
efisien.
-
Munculnya ide baru yang digambarkan dalam diagram.
-
Alur berpikir siswa lebih efektif sehingga
bermanfaat bagi kehidupannya.
- Metode
Pembelajaran Inquiry.
Metode
pembelajaran ini dapat mendorong para siswa untuk menyadari apa saja yang telah
diperoleh selama belajar. Dalam metode ini melibatkan intelektual dan mendorong
siswa memahami bahwa apa yang telah dipelajari adalah sesuatu yang berharga
- Metode
Pembelajaran Discovery.
Metode
pembelajaran ini dapat mendorong para siswa untuk menyadari apa saja yang telah
diperoleh selama belajar. Dalam metode ini melibatkan intelektual dan mendorong
siswa memahami bahwa apa yang telah dipelajari adalah sesuatu yang berharga.
Kekurangan :
-
Metode ini hanya cocok untuk kelas yang kecil.
-
Siswa harus memiliki persiapan metal dalam proses
belajar.
-
Siswa lebih memperdulikan penemuannya ketimbang
memperhatikan keterampilan dan sikap.
-
Tidak semua penemuan dapat memecahkan masalah.
Kelebihan
:
-
Mengembangkan kemampuan kognitif siswa.
-
Siswa dapat berpikir lebih luas dan lebih mandiri.
-
Meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri siswa
melalui penemuan yang dilakukannya.
-
Meningkatkan hubungan timbal-balik antara siswa dan
guru.
- Metode
Berbagi Peran
Kekurangan
:
-
Sebagian siswa tidak menyukai metode seperti ini.
-
Siswa yang introvert umumnya sulit mengikuti metode
role playing.
Kelebihan
:
-
Siswa dapat mempraktikkan materi pelajaran secara
langsung.
-
Melatih rasa percaya diri siswa dengan melakukan
peran tertentu di depan kelas.
-
Siswa lebih memahami materi pelajaran.
Setelah
penjelasan metode-metode diatas, guru diharapkan dapat selektif dalam mengambil
metode pembelajaran daring. Dikarenakan tidak setiap waktu atau ruang satu
metode dengan metode yang lain dapat digunakan atau digabyngkan, walau pada
realita banyak guru yang memnggabungkan beberapa metode pembelajaran. Karena
hal tersebut dapat meningkatka efektifitas pembelajaran secara daring di masa
pandemi covid-19 ini. Adapun beberapa fungsi dari metode yang telah disebutkan
adalah :
- Sebagai
Alat Motivasi Ekstrinsik.
Motivasi
adalah suatu dorongan di dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu, baik
secara sadar maupun tidak sadar. Motivasi sangat dibutuhkan dalam kegiatan
belajar mengajar. Suatu metode belajar dapat berperan sebagai alat motivasi
dari luar (ekstrinsik) kepada siswa. Dengan begitu, maka siswa dapat mengikuti
proses belajar mengajar dengan baik.
- Sebagai
Strategi Pembelajaran.
Setiap siswa dalam kelas memiliki
tingkat intelegensi yang berbeda-beda, meskipun kelas tersebut diisi oleh siswa
terbaik. Kemampuan intelegensi para siswa tersebut akan mempengaruhi kemampuan
mereka dalam menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dengan menerapkan
metode belajar tertentu, setiap siswa dalam satu kelas dapat menangkap ilmu
yang disampaikan oleh pengajar dengan baik. Dengan begitu, setiap guru harus
mengetahui metode pembelajaran terbaik yang dapat diterapkan pada setiap kelas.
Beberapa
jenis-jenis strtategi pembelajaran :
-
Strategi Pembelajaran Langsung (Direct
Instruction)
Strategi
pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar berpusat pada gurunya
paling tinggi, dan paling sering digunakan. Pada strategi ini termasuk
didalamnya metode-metode ceramah, pertanyaan didaktik, pengajaran eksplisit,
praktek dan latihan, serta demonstrasi. Strategi pembelajaran langsung efektif
digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangankan ketrampilan langkah
demi langkah.
-
Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction)
Pembelajaran tidak
langsung memperlihatkan bentuk keterlibatan siswa yang tinggi dalam observasi,
penyelidikan, penggambaran inferensi berdasarkan data, atau
pembentukan hipotesis.Dalam pembelajaran tidak langsung, peran guru
beralih dari penceramah menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal (resourse
person).Guru merancang lingkungan belajar, memberikan kesempatan siswa
untuk terlibat, dan memungkinkan memberikan umpanbalik kepada siswa ketika
meraka melakukan inkuiri. Strategi pembelajaran tidak langsung mengisyaratkan
bahan-bahan cetak, non-cetak, dan sumber-sumber manusia.
-
Strategi Pembelajaran Interaktif (Interactive
Intruction)
Strategi
pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling berbagi
diantara peserta didik. Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi
dan saling berbagi akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan
reaksi terhadap gagasan, pengalaman, pandangan, dan pengetahuan guru atau
kelompok, serta mencoba mencari alternatif dalam berfikir.
Strategi
pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokan dan
metode-metode interaktif. Didalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas,
diskusi kelompok kecil atau pengkerjaan tugas berkelompok, dan kerja sama siswa
secra berpasangan.
-
Strategi Pembelajaran melalui Pengalaman (Experiential
Learning)
Strategi
pembelajaran melalui pengalaman menggunakan bentuk sekuensi induktif, berpusat
pada siswa, dan berorientasi pada aktivitas.Penekanan dalam strategi belajar
melalui pengalaman adalah pada proses belajar, dan bukan hasil belajar.
Guru dapat
menggunakan strategi ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sebagai
contoh, di dalam kelas dapat digunakan metode simulasi, sedangkan di luar kelas
dapat dikembangkan metode observasi untuk memperoleh gambaran pendapat umum.
-
Strategi Pembelajaran Mandiri
Belajar mandiri
merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membangun inisiatif
individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Fokusnya adalah pada perencanaan
belajar mandiri oleh peserta didik dengan bantuan guru. Belajar mandiri juga
bisa dilakukan dengan teman atau sebagan dari kelompok kecil. Kelebihan dari
pembelajaran ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggung
jawab. Sedangkan kekurangannya adalah peserta belum dewasa, sulit menggunakan
pembelajaran mandiri
- Sebagai
Alat untuk Mencapai Tujuan.
Metode
belajar berperan sebagai fasilitas pendidikan yang berfungsi untuk menyampaikan
materi pembelajaran kepada peserta didik. Dengan kata lain, metode pembelajaran
adalah suatu alat agar siswa dapat mencapai tujuan belajar.
Penyampaian materi pelajaran tanpa
memperhatikan metode belajar dapat mengurangi nilai dari kegiatan belajar
mengajar itu sendiri. Selain siswa menjadi kurang termotivasi, tanpa adanya
metode pembelajaran akan membuat pengajar kesulitan dalam menyampaikan materi
pendidikan sehingga tujuan pengajaran tidak tercapai.
Sedangkan tujuan dari metode pembelajaran
itu sendiri adalah :
Pada dasarnya tujuan utama metode
pembelajaran adalah untuk membantu mengembangkan kemampuan siswa secara
individu sehingga mampu menyelesaikan masalahnya. Adapun beberapa tujuan metode
belajar adalah sebagai berikut:
- Untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan
individualnya sehingga dapat mengatasi permasalahannya dengan terobosan
solusi alternatif.
- Untuk membantu proses belajar mengajar
sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara
terbaik.
- Untuk membantu menemukan, menguji, dan
menyusun data yang dibutuhkan dalam upaya pengembangan disiplin suatu
ilmu.
- Untuk memudahkan proses pembelajaran dengan
hasil yang baik sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai.
- Untuk menghantarkan sebuah pembelajaran ke
arah yang ideal dengan tepat, cepat, dan sesuai dengan yang diharapkan. Agar
proses pembelajaran dapat berjalan dalam suasana menyenangkan dan penuh
motivasi sehingga materi pembelajaran lebih mudah dimengerti oleh siswa.
Guru berusaha membimbing siswa agar
dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, membimbing siswa agar dapat
mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan
ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri
dan produktif. Siswa adalah individu yang unik. Artinya, tidak ada dua individu
yang sama. Walaupun secara fisik mungkin individu memiliki kemiripan, akan
tetapi pada hakikatnya mereka tidaklah sama, baik dalam bakat, minat, kemampuan
dan sebagainya. Di samping itu setiap individu juga adalah makhluk yang sedang
berkembang. Irama perkembangan mereka tentu tidaklah sama juga. Perbedaan
itulah yang menuntut guru harus berperan sebagai pembimbing.
Hubungan guru dan siswa seperti
halnya seorang petani dengan tanamannya. Seorang petani tidak bisa memaksa agar
tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya. Tanaman itu akan
berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada
waktunya untuk berbuah. Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanaman itu
tumbuh dengan sempurna, tidak terkena hama penyakit yang dapat menyebabkan
tanaman tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat, yaitu dengan cara
menyemai, menyiram, memberi pupuk dan memberi obat pembasmi hama. Demikian juga
halnya dengan seorang guru. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi ”itu”
atau jadi ”ini”. Siswa akan tumbuh dan berkembang menjadi seseorang sesuai
dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Tugas guru adalah menjaga, mengarahkan
dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, minat
dan bakatnya. Inilah makna peran sebagai pembimbing. Jadi, inti dari peran guru
sebagai pembimbing adalah terletak pada kekuatan intensitas hubungan
interpersonal antara guru dengan siswa yang dibimbingnya.
Guru sebagai pembimbing dituntut
untuk mampu mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam
belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas
kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching). Berkenaan
dengan upaya membantu mengatasi kesulitan atau masalah siswa, peran guru tentu
berbeda dengan peran yang dijalankan oleh konselor profesional. Tingkatan
masalah siswa yang mungkin bisa dibimbing oleh guru yaitu masalah yang termasuk
kategori ringan, seperti: membolos, malas, kesulitan belajar pada bidang
tertentu, berkelahi dengan teman sekolah, bertengkar, minum minuman keras tahap
awal, berpacaran, mencuri kelas ringan.
Dalam konteks organisasi layanan
Bimbingan dan Konseling, di sekolah, peran dan konstribusi guru sangat
diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan
Konseling di sekolah. Peran, tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran
dalam bimbingan dan konseling adalah :
- Membantu
memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
- Membantu
konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan
dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
- Mengalihtangankan
siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada konselor.
- Menerima siswa alih tangan dari konselor,
yaitu siswa yang menuntut konselor memerlukan pelayanan khusus. seperti
pengajaran/latihan perbaikan, dan program pengayaan.
- Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan
guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan
pembimbingan dan konseling.
- Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada
siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk
mengikuti /menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu.
- Berpartisipasi dalam kegiatan khusus
penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus.
- Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan
dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling serta upaya
tindak lanjutnya.
Jika melihat realita bahwa di
Indonesia jumlah tenaga konselor profesional memang masih relatif terbatas,
maka peran guru sebagai pembimbing tampaknya menjadi penting. Ada atau tidak
ada konselor profesional di sekolah, tentu upaya pembimbingan terhadap siswa
mutlak diperlukan. Jika kebetulan di sekolah sudah tersedia tenaga konselor
profesional, guru bisa bekerja sama dengan konselor bagaimana seharusnya
membimbing siswa di sekolah. Namun jika belum, maka kegiatan pembimbingan siswa
tampaknya akan bertumpu pada guru.
Agar guru dapat mengoptimalkan
perannya sebagai pembimbing, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Guru harus memiliki pemahaman tentang anak
yang sedang dibimbingnya. Misalnya pemahaman tentang gaya dan kebiasaan
belajar serta pemahaman tentang potensi dan bakat yang dimiliki anak, dan
latar belakang kehidupannya. Pemahaman ini sangat penting, sebab akan
menentukan teknik dan jenis bimbingan yang harus diberikan kepada mereka.
- Guru dapat memperlakukan siswa sebagai
individu yang unik dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar
sesuai dengan keunikan yang dimilikinya.
- Guru seyogyanya dapat menjalin hubungan yang
akrab, penuh kehangatan dan saling percaya, termasuk di dalamnya berusaha
menjaga kerahasiaan data siswa yang dibimbingnya, apabila data itu
bersifat pribadi.
- Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada
siswanya untuk mengkonsultasikan berbagi kesulitan yang dihadapi siswanya,
baik ketika sedang berada di kelas maupun di luar kelas
- Guru sebaiknya dapat memahami prinsip-prinsup
umum konseling dan menguasai teknik-tenik dasar konseling untuk
kepentingan pembimbingan siswanya, khususnya ketika siswa mengalami
kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajarnya.
Peran guru sebagai pengajar, kadang
diartikan sebagai menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Dalam posisi ini,
guru aktif menempatkan dirinya sebagai pelaku imposisi yaitu menuangkan materi
ajar kepada siswa. Sedangkan di lain pihak, siswa secara pasif menerima materi
pelajaran yang diberikan tersebut sehingga proses pengajaran bersifat monoton.
Padahal, peran guru sebagai pengajar bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi
masih banyak kegiatan lain yang harus dilakukan guru agar proses pengajaran
mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan. (Modul Manajemen Pendidikan Non Formal. Sulfemi,
Wahyu. Bagja. 2018).
Evolusi pendidikan guru di indonesia,
khususnya perkembangan dalam cara berbagai lembaga pendidikan guru di masa
lampau mempersiapkan siswa-siswa mereka untuk menjadi ”guru yang kompeten”.
Jadi yang ditelusuri ialah perkembangan konsep “kompetensi mengajar” (Teaching competence) dan bagaimana
konsep ini diterjemahkan menjadi program pendidikan dalam sekolah guru.
(Manajemen Pendidikan Berbasis Multi Budaya. Bogor. Sulfemi, Wahyu. Bagja.
2019).
Guru sebagai seorang pendidik tidak
hanya tahu tentang materi yang akan diajarkan. Akan tetapi, ia pun harus
memiliki kepribadian yang kuat yang menjadikannya sebagai panutan bagi para
siswanya. Hal ini penting karena sebagai seorang pendidik, guru tidak hanya
mengajarkan siswanya untuk mengetahui beberapa hal. Guru juga harus melatih
keterampilan, sikap dan mental anak didik. Penanaman keterampilan, sikap dan
mental ini tidak bisa sekedar asal tahu saja, tetapi harus dikuasai dan
dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-harinya.
Pendidikan merupakan usaha sadar dan
terencana dalam mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan
spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, kepribadian, berakhlak
mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan peserta didik, ketiak
bermasyarakat, bangsa dan negara. (Sulfemi, Wahyu. Bagja. 2018).
Mendidik adalah menanamkan
nilai-nilai yang terkandung dalam setiap materi yang disampaikan kepada anak.
Penanaman nilai-nilai ini akan lebih efektif apabila dibarengi dengan teladan yang
baik dari gurunya yang akan dijadikan contoh bagi anak. Dengan demikian
diharapkan siswa dapat menghayati nilai-nilai tersebut dan menjadikannya bagian
dari kehidupan siswa itu sendiri. Jadi peran dan tugas guru bukan hanya
menjejali anak dengan semua ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) dan
menjadikan siswa tahu segala hal. Akan tetapi guru juga harus dapat berperan
sebagai pentransfer nilai-nilai (transfer of values).
Kesimpulan
Guru berperan menyampaikan ilmu-ilmu
yang dimiliki kepada muridnya. Guru merupakan sumber belajar muridnya. Dari
gurulah, murid diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Serta dari gurulah,
murid mendapat pengetahuan baru dan pendidikan karakter. Guru sebagai orangtua
kedua yang ada disekolah setelah orangtua kandung dirumah. Peranan guru sebagai
komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihata-nasihat, motivator sebagai
pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah
laku serta nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang diajarkan.
Pembelajaran adalah upaya pendidik
untuk membantu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan perkataan lain
bahwa istilah pembelajaran dapat diberi arti sebagai kegiatan sistematik dan
sengaja dilakukan oleh pendidik untuk membantu peserta didik agar tercapai
tujuan pembelajaran. di dalam pembelajaran pendidik berperan penting dalam
menfasilitasi perkembangan peserta didik, dikarenakan pendidiklah yang
bersinggungan langsung dengan objek pembelajaran (peserta didik). Dalam hal
ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik.
Semoga tulisan ini dapat menjadi
penambah ilmu pengetahuan bagi seorang guru dalam memaksimalkan perannya dalam
pembelajaran.
Daftar Pustaka
Sagala,
Syaiful 2013. Etika dan Moralitas Pendidikan peluang dan Tantangan.
Jakarta: Kencana.
Sulfemi, Wahyu.
Bagja. (2018). Modul
Manajemen Pendidikan Non
Formal. Bogor: STKIP Muhammadiyah Bogor.
https://lenovialola.wordpress.com/2017/01/14/32/
Sulfemi,
Wahyu. Bagja dan Setianingsih. (2018), Penggunaan Tames Games
Tournament (TGT) Dengan Media Kartu Dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Journal of Komodo Science Education (JKSE. 1 (1),
1-14.
Sulfemi,
Wahyu. Bagja. (2019). Manajemen Pendidikan Berbasis Multi Budaya. Bogor : STKIP
Muhammadiyah Bogor.
No comments:
Post a Comment